Penyimpangan Septum dan Berbagai Masalahnya

JAKARTA — Penyimpangan atau deviated septum terjadi bila septum atau diding tipis yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan bergeser ke salah satu sisi. Kondisi ini bisa terjadi karena septum memang tak tumbuh sempurna sejak dalam kandungan, sehingga satu lubang hidung lebih kecil dari yang lainnya.

Jika kondisi septum yang menyimpang ini cukup parah, sampai bisa menutupi salah satu lubang hidung, menghambat aliran udara dan membuat penderita kesulitan bernafas. Kondisi ini pada beberapa individu bisa menyebabkan pendarahan hidung pula.

Obstruksi nasal adalah terhambatnya saluran pernafasan akibat penyimpangan bentuk septum hidung, baik pada salah satu garis hidung maupun keduanya. Untuk pengobatan obstruksi nasal mulai dari mengatasi pembengkakan hingga melebarkan nasal (nasal dilator) yang bisa membantu membuka rongga nasal. Untuk mengoreksi nasal yang menyimpang ini, pembedahan sangat dibutuhkan.

Gejala Deviasi Septum

Sebagian besar deviasi septum tidak menimbulkan gejala, Anda bahkan mungking tak tahu telah mengalami masalah ini. Namun beberapa penderita ada yang mengeluhkan beberapa hal berikut :

  • Sumbatan atau obstruksi di salah satu atau kedua lubang hidong.
    Obstruksi ini akan membuat pasien sulit bernapas melalui lubang hidung. Kondisi ini paling terlihat saat penderita mengalami influenza, infeksi saluran napas atas, atau alergi yang menyebabkan dinding saluran nafas membengkak dan menyempit.
  • Hidung berdarah. Akibat kondisi ini permukaan dari dinding septum nasal menjadi kering dan meningkatkan risiko pendarahan hidung.
  • Nyeri wajah. Meski ada perdebatan apakah masalah penyimpangan septum bisa menyebabkan nyeri wajah, penyimpangan septum yang parang bisa berdampak pada dinding saluran pernafasan bagian dalam. Ketika salah satu bagian wajah yang satu bagian dengan sumber penyimpangan wajah mengalami nyeri wajah, masalah penyimpangan septum dianggap jadi penyebabkannya.
  • Nafas yang berat dan berisik saat tidur Ini bisa terjadi pada bayi dan anak-anak dengan penyimpangan septum atau yang mengalami pembengkakan jariang bagian dalam saluran pernafasan.
  • Mamahami siklus nasal. Sebenarnya adalah hal yang normal jika hidung atau nasal sesekali lebih condong ke salah satu sisi, lalu kembali ke bentuk normal. Ini disebut siklus nasal. Siklus nasal adalah fenomena yang normal, namun tetap harus diwaspadai karena bisa jadi pula ini adalah indikasi dari obstruksi nasal yang abnormal.
  • Preferensi untuk tidur menghadap salah satu sisi. Beberapa orang mungkin akan lebih memilih tidur menghadap ke salah satu sisi untuk mengoptimalkan pernafasan melalui hidung di malam hari. Ini bisa jadi merupakan salah satu gejala dari deviasi septum yang menyebabkan penyempitan salah satu rongga hidung.

Kapan harus menghubungi dokter?

  • Ketika terjadi sumbatan di nostril atau lubang hidung. Dan ketika hidung tak lagi merespon penanganan yang diberikan.
  • Mimisan atau keluarnya darah dari lubang hidung.
  • Infeksi hidung yang terus menerus terjadi.

Penyimpangan septum bisa disebabkan oleh apa saja?

Pada beberapa orang, penyimpangan septum muncul sebagai bawaan lahir. Baik sejak dalam kandungan atau akibat cedera saat kelahiran. Setelah lahir, penyimpangan septum lebih banyak terjadi karena cedera yang menggeser septum nasal dari tempatnya. Mulai dari sekadar bertabrakan dengan orang saat berjalan di pinggir jalan, tersandung saat berjalan kaki. Trauma di septum, umumnya terjadi karena cedera olahraga, saat beraktivitas biasa sampai kecelakaan lalu lintas.

Proses penuaan normal juga bisa mempengaruhi struktur nasal, memperburuknya seiring waktu. Akibatnya juga sering terjadi pembengkakan di jaringan nasal karena munculnya penyakit rhinitis atau rhinosinusitis. Keduanya bisa membuat saluran nasal jadi semakin sempit, sehingga yang tadinya sekadar penyimpangan nasal menjadi nasal obstruksi.

Pada beberapa orang, penyimpangan septum muncul sebagai bawaan lahir. Baik sejak dalam kandungan atau akibat cedera saat kelahiran. Setelah lahir, penyimpangan septu lebih banyak terjadi karena cedera yang menggeser septum nasal dari tempatnya.

Komplikasi

Jika Anda mengalami masalah obstruksi nasal yang disebabkan penyimpangan septum, bisa menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Mulut terasa kering karena pernafasan mulut yang kronis.
  • Perasaaan tertekan atau penuh di saluran napas.
  • Gangguan tidur karena proses bernapas dengan hidung yang tak nyaman di malam hari.

Pencegahan

Anda mungkin bisa mencegah cedera yang mungkin mengakibatkan penyimpangan septum dengan beberapa cara berikut:

  • Gunakan helm, masker separuh wajah atau pelindung wajah saat bermain atau berolah raga keras.
  • Jangan gunakan sabuk keselamatan saat berkendara. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *